Tampilkan postingan dengan label Sekilas Penyair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Penyair. Tampilkan semua postingan

Salama Elmie

Jumat, 02 Desember 2016

Lahir di Kolpo, Sumenep, alumni Al-Huda Gapura Timur,. kini tinggal di Yogyakarta menjadi Mahasiswi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddi dan pemikiran Islam UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, belajar menulis sastra dan aktif di Komunitas Rudal Yogyakarta, juga bergiat di LPM HumaniusH UIN SuKa.  Antologi puisi bersamanya “Sinopsis Pertemuan”(2012),“Menatap Sebuah Asa, hanya sebuah nyanyian parau bocah jalanan” (2013), “Gemuruh Ingatan, 8 tahun Lumpur Lapindo ”(2014),Jaket Kuning Sukirnanto (2014), “NUN”(2015),175 penyair dari negeri Poci 6 “Negeri Laut” (2015), “sajak sang penyair (2016)”, “Semesta Dua Musim” (2016)

Sebagian puisinya tersiar di beberapa media cetak antara lain Indopost, Radar Surabaya, sinar harapandanjuga di Medan bisnis”medan”. Salama.elmie@yahoo.com, Hp :089633616393
Seterusnya.. | komentar

Nay Juireng Dyah Jatiningrat

Lahir di Kaduara Timur Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, 08 Juni 1996, alumni MAS Al-Ghazali, sekarang melanjutkan study di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Fakultas Pertanian dalam Program Studi Agroteknologi.

Pernah hidup dan berproses di PAC IPPNU Pragaan, PC IPPNU Kabupaten Sumenep, Teater Alif Rombasan, Teater Wayang Kaduara Timur,  dan Teater Sepi Kecamatan Pragaan,

Sekarang mengabdi pada Komunitas Teater Kopi Malang, Rumah Bakat AFA Production, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia , Komisariat Country Unitri Malang.

Puisinya pernah diabadikan di “Antologi Alif” (2012), “Sastra Kalimalang” (2015), “Lautmu Lautku” (2015), antologi bersama Komunitas Kampoeng Jerami “Akar Rumput”(2016), puisinya berjudul “Suamiku Aku Hanya Sebatas Sarjana Pertanian”, pernah mendapat penghargaan
Seterusnya.. | komentar (2)

Nurul Ilmi Elbana

Lahir di Sumenep, 21 Januari 1993. Alumni Pondok Pesantren Annuqayah, kini kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Puisinya terbit di media massa lokal dan nasional seperti Jawa Pos, Media Indonesia, Solopos, Pikiran Rakyat, Indopos,dll. Menjadi salah satu penerima Anugerah Sastra dan Seni Universitas Gadjah Mada tahun 2015.Karyanya terkumpul dalam beberapa antologi bersama, Ketam Ladam Rumah Ingatan (Antologi penyair muda Madura, Reboeng, 2016), Pasie Karam (Temu Penyair Nusantra Aceh Barat, 2016), NUN (Hari Puisi Indopos, 2015), Gemuruh Ingatan (2014), dan Sebab Cinta (ELF, 2013). Kini masih senang belajar di LPM Arena UIN Sunan Kalijaga. 
Seterusnya.. | komentar

Benazir Nafilah,

Lahir di Sumenep, 18 Desember 1988. Alumnus STKIP PGRI Sumenep. Aktif di UKM SanggarLentera STKIP PGRI Sumenep. Awalnya menulis cerpen tapi merasa tidak menemukan jati dirinya hingga akhirnya jatuh hati pada puisi. Karya-karyanya pernah di muat di BuletinTera, Majalah Sastra Horison, Majalah Kidung Dewan Kesenian Jawa Timur, Surabaya Post, Majalah Satra Kalimas.

Pernah mendapatkan Juara I dalam lomba Cipta Puisi Spontani di Daulah STAIN XIII. Terbaik III dalam lomba Cipta Puisi Spontan di IDIA Al-Amien 2010. Juara Harapan I Cipta Puisi Nada FM 2010. Antologi bersama “Wanita yang Membawa Kupu-Kupu” 2010, Komite Sastra Dewan Kesenian Sumenep bekerjasama dengan UKM SanggarLentera. Antologi bersama Kumpulan Essai  “Politik Budaya dan Tendensi Konsumtif”. Antologi bersama “Pesta Penyair” 2010, Dewan Kesenian Jawa Timur.

Antologi bersama “Menyusun Wajah Tanah Air” 2012. Antologi bersama “BumiManusia” Ubud Writers and Readers Festifal 2012. Antologi bersama “Back to Ubud” 2013. Antologi bersama“Out of Ubud” 2014. Antologi bersama “Penyair Muda Madura” 2015. Antologi puisi tunggalnya“ Benazir Nafilah, Memberi dan Hutan” 2011 dan “Madura Aku dan Rindu”, tahun 2015. Email: nafilabenazir@yahoo.com. No. Hp. 081935155650.
Seterusnya.. | komentar

Tika Suhartatik

Dilahirkan di sebuah desa kecil di kecamatan Saronggi Sumenep, baginya menulis adalah sebuah meditasi paling sunyi yang mampu menemukan arti diri.

Penah menjadi wartawan DPRD dan surat kabar di Sumenep, pernah aktif dan menjadi pengurus LPM STKIP PGRI Sumenep , sempat menjadi Pimpinan Redaksi Majalah Retorika, dan terjun ke dunia politik sebagai calon legislatif (2009), hingga akhirnya melanjutkan studi S2 di UNMUH Surabaya (2011).

Beberapa karyanya terbit di Majalah Jokotole (Balai Bahasa Jawa Timur), Koran Madura, Radar madura, Majalah Mitra Indonesia, Reportase, Radar Minggu, Majalah Edukasi, Majalah Retorika, Info dll.

Karya puisinya juga terkumpul dalam buku antologi puisi berbahasa Madura “Nemor Kara” (2006), dan “Jhimat” (2015) yang diterbitkan oleh Disbudparpora Sumenep. Tahun 2007 karyanya masuk nominasi ke-11 dari 25 naskah terbaik dalam Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Depdiknas Jakarta, dan tahun 2008 kembali mengikuti LMKS pada Program Khusus, tahun 2010 cerpennya  masuk  dalam Lomba Menulis Cerpen tingkat guru SMA/MA/SMK Negeri dan Swasta seluruh Indonesia oleh Depdiknas Jakarta.

Hingga saat ini dirinya mengabdi di sebuah Madrasah Aliyah swasta di kecamatan Bluto dan almamaternya STKIP PGRI Sumenep. Ia tinggal di Dusun Bonmalang Desa Saronggi - Sumenep, email tikasuhartatik6@gmail.com. No. Hp 08175218828/ 085258833143.

Seterusnya.. | komentar

Linda Autaharu

Dari keluarga besar Sumenep Madura, lahir di Surabaya 19 november 1973 dengan nama asli Halida Nurmayanti. Mulai menulis sejak tahun 2006 hingga sekarang. Beberapa puisinya pernah diterbitkan dalam buku antologi bersama berjudul “Kartini Masih Disitukah, Kau?” dan “Mei Wulan”



Seterusnya.. | komentar

Juwairiyah Mawardy

Penyair dan cerpenis kelahiran Karduluk Sumenep. Menulis puisi sejak masih usia sekolah. Pada perkembangannya juga menulis banyak cerita pendek yang tersebar di berbagai media lokal dan nasional. Di antaranya Horison, Kartini, tabloid Nova, Kartika, majalah Ummi, Harian Analisa Medan, Republika, Surya, Surabaya Post, Radar Surabaya, Inilah Koran Jawa Barat, tabloid Serambi Ummah, tabloid Cempaka (Suara Merdeka Group). Sajak-sajaknya terkumpul dalam antologi Surat Putih II (Risalah Badai, 2002), Negeri Terluka (Logung Pustaka, 2005), antologi puisi Pahlawan (2014).

Sebagian cerpennya tergabung dalam Sang Penelepon (MediaKita, 2007), antologi sastra Dewan Kesenian Sumenep, Wanita Yang Membawa Kupu-Kupu (2009), antologi cerpen tunggal Rencana Paling Sempurna (2011), antologi cerpenis wanita Indonesia, Pisau (2015). Sebuah esainya masuk dalam kumpulan esai 100 penulis pilihan Mizan (Qanita Mizan, 2010). Saat ini beraktivitas sebagai ibu rumah tangga dan  pendidik yang penulis.
Alamat    : Jl. Raya Blajud rt. 004/ 001 Karduluk Pragaan Sumenep 69465.Hp: 0818328365/ 085331667149, Email: almanduryzuzu@ymail.com
Seterusnya.. | komentar

Nok Ir

Nama pena yang digunakan Hj. Khoiroh dalam tulisannya,  ibu dua orang anak, lahir di Demak 28 Januari. Tinggal dan mengabdikan jiwa di bidang pendidikan di Kabupaten Sumenep, sebuah kota cantik multi etnis di ujung timur Pulau Madura, kota kecil yang telah turut mendenyutkan separuh nadi hidupnya di rantau. 

Sangat mencintai sastra terutama puisi sejak remaja, dan beberapa tahun terakhir menggeliat kembali dalam tema yang lebih matang ragamnya, berkat asupan semangat dari sang suami. Penuh sipu malu adalah ciri puisi keperempuannya. Capaian yang ingin disegerakan saat ini adalah bisa mengantologikan puisi-puisinya tentang semesta.

Alamat rumah:  Perum. Griya Mapan, Jl. Bandung, F/08, Kacongan, Kab. Sumenep, Jatim, Kontak:  085257865550, Alamat E-mail    :  nok.ir@yahoo.com
Seterusnya.. | komentar

Maftuhah Jakfar

Lahir di Batuputih, Sumenep, Madura, 15 Desember 1975.  Alumnus Pondok Pesantren Annuquyah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura. Alumni IIQ (Institut Ilmu Alquran), Jakarta dan  baru saja menyelesaikan program magister di Universitas Muhammadiyah, Jakarta.

Selama di Pesantren Annuqayah ia aktif  merintis dan membina Sanggar Az-Zalzalah. Kumpulan puisi tunggalnya, Lubuk Laut, diterbitkan pada tahun 1995.  Puisi-puisinya dipublikasikan pada beberapa media lokal dan nasional. Juga dalam sejumlah antologi bersama, seperti Malam Seribu Bulan (1993), Tetesan Nurani (1994), Tanah Kelahiran (1994) dan Nuansa Diam (1995), Surat Putih (2001), Maha Duka Aceh (2005), Sajadah Kata (2011),  dan buku kumpulan esai Jilbab Pertamaku (2011). Puisinya pernah dibahas dalam forum sastra yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) oleh Julia Suryakusuma, seorang aktifis, penulis dan akademisi Indonesia.

Dia diundang dalam Penyair Madura dalam Forum (Forum Bias, Sumenep, 1994) dan Temu Penyair Se-Madura (Sanggar Nuansa, Sumenep, 1995). Diundang untuk membacakan puisinya pada acara kesenian di Taman Ismail Marzuki dan musikalisaisi puisi penyair perempuan yang diselenggarakan oleh DKJ. Saat ini sedang menyiapkan antologi puisi tunggal kedua.

Kontak person : 081807529194, Emai: maftuhahjamal@gmail.com
Seterusnya.. | komentar

Weni Suryandari

Dari keluarga besar Sumenep Madura, lahir di Surabaya 4 Februari. Saat ini tinggal di Bekasi. Puisi-puisinya banyak terbit di Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Indopos, Batam Pos, Suara Karya, Suara Merdeka, Koran Merapi, Padang Ekspress, Jembia Batam Pos, Story Magazine dan berbagai antologi bersama terbitan KosaKataKita; Perempuan Dalam Sajak, Fiksi Mini, Kartini 2012, Kitab Radja dan Ratoe Alit,  Antologi Puisi Titik Temu (Komunitas Kampoeng Jerami), Antologi puisi 6 th Sastra Reboan, Kumpulan Puisi 6 tahun Majelis Sastra Bandung, dan lain lain. Antologi Puisi Tunggalnya “Sisa Cium di AlunAlun” terbit September 2016, (Taresi Publisher)

Buku Kumpulan Cerpen pertamanya “Kabin Pateh” terbit tahun 2013.  Cerpen-cerpennya juga dimuat di beberapa media, majalah Kartini, Minggu Pagi, Tabloid Masjid Nusantara, Jurnal Nasional, Suara Karya, Tabloid Nyata (Cerbung, 2008)

Tempat tinggal: Perumahan Vila Nusa Indah II, BB 6/ 23, Bekasi, Email: weni_suryandari@yahoo.co.id, HP: 081808337801
Seterusnya.. | komentar
++++++

Solilokui

Sekilas Penyair

 
Fõrum Bias : Jalan Pesona Satelit Blok O No. 9 Sumenep, Jawa Timur; email: forumbias@gmail.com
Copyright © 2016. Perempuan Laut - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger