Sajak Syaf Anton Wr
wahai perempuan-perempuanku, mari bersijingkat
menuju negeri asing
hari ini adalah ulang tahunmu pertama
ketika kau menggerus nasib jadi noktah
ketika kau menghampar laut jadi ombak
ketika kau menggerai langit jadi bintang
ketika kau mengumbar nafsu jadi nanah
perempuan-perempuanku, helakan nafasmu
lepaskan baju kutangmu, dan bentangkan di dermaga
lalu jadikan mercuar bagi pelaut yang tersesat
dan biarkan mereka lahap menikmati
wahai perempuan-perempuanku, mari bersijingkat
menuju negeri asing
hari ini adalah ulang tahunmu pertama
ketika kau menggerus nasib jadi noktah
ketika kau menghampar laut jadi ombak
ketika kau menggerai langit jadi bintang
ketika kau mengumbar nafsu jadi nanah
perempuan-perempuanku, helakan nafasmu
lepaskan baju kutangmu, dan bentangkan di dermaga
lalu jadikan mercuar bagi pelaut yang tersesat
dan biarkan mereka lahap menikmati
nafas-nafasmu
perempuan-perempuanku, yang kini merenda waktu
sebelum kau kembali ke negeri asalmu
sematkan bunga untuk para lelaki
yang tak pernah mengerti
bahwa tubuhmu adalah jaman
yang akan terus menjadi kesintalan negeri ini
karena kau adalah tonggak waktu
yang melahirkan banyak mesiu
perempuan-perempuanku, segeralah dandani diri
biarkan dadamu mengambang dalam angan
karena lelaki akan segera menyergapmu
dan akan melahirkan mesiu baru
2015
perempuan-perempuanku, yang kini merenda waktu
sebelum kau kembali ke negeri asalmu
sematkan bunga untuk para lelaki
yang tak pernah mengerti
bahwa tubuhmu adalah jaman
yang akan terus menjadi kesintalan negeri ini
karena kau adalah tonggak waktu
yang melahirkan banyak mesiu
perempuan-perempuanku, segeralah dandani diri
biarkan dadamu mengambang dalam angan
karena lelaki akan segera menyergapmu
dan akan melahirkan mesiu baru
2015
0 komentar:
Posting Komentar